Delegasi yang disetujui mencakup Pezeshkian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dan staf diplomatik penting; namun, pihak berwenang AS menolak memberikan visa masuk kepada beberapa anggota tambahan, termasuk sebagian staf media presiden.

Pezeshkian sendiri telah menyatakan dirinya bertekad menunjukkan Iran siap menghadapi AS. Dia mengatakan Iran menghadapi As dengan kepala tegak dan martabat.

"Kita berhasil menghadapinya dengan kepala tegak, dan ini merupakan sumber martabat dan kebanggaan bagi kita semua," kata Pezeshkian kepada wartawan sebelum meninggalkan Iran, sebagaimana terlihat dalam tayangan televisi pemerintah Teheran.

Presiden AS Donald Trump mengaku akan mengambil keputusan besar terkait Iran. Dia menggambarkannya sebagai pilihan antara mencapai kesepakatan atau menghancurkan Iran.