NADIKABAR.COM — Presiden Paraguay Santiago Pena mengumumkan pengunduran dirinya. Keputusan itu diambil setelah pengambilalihan sebuah bank yang memiliki keterkaitan dengannya memicu krisis dan membuat jutaan nasabah tidak dapat mengakses uang mereka.

Dilansir AFP, Jumat (6/11/2026) gelombang protes melanda Paraguay, negara di Amerika Selatan, setelah bank sentral mengambil alih Ueno Bank pada Selasa. Pengambilalihan tersebut dilakukan karena bank itu mengalami kekurangan modal yang parah.

Krisis tersebut juga memicu desakan pemakzulan terhadap Pena. Pada Rabu (4/11), anggota parlemen dari kubu oposisi mengajukan permohonan pemakzulan. Mereka menuduh Pena melakukan favoritisme terhadap bank tersebut dalam pengambilan keputusan terkait regulasi dan dana pensiun.

Pena menyampaikan pengunduran dirinya melalui sebuah video yang diunggah di platform X pada Kamis (5/11). Dalam video tersebut, presiden dari kubu sayap kanan itu meminta maaf kepada masyarakat jika selama menjabat dirinya melakukan kesalahan.

"Saya ingin meminta maaf kepada masyarakat jika ada saat di mana saya gagal. Tidak pernah ada niat dari saya untuk mengkhianati kepercayaan yang Anda berikan kepada saya," ujar Pena.

Pena mengatakan, saat ini prioritas utamanya adalah memastikan masyarakat Paraguay mendapatkan ketenangan, terutama mereka yang telah menyimpan uang di sistem keuangan negara tersebut.

Ia menegaskan prioritasnya saat ini adalah "ketenangan pikiran bagi rakyat Paraguay yang telah memercayakan tabungan mereka ke dalam sistem keuangan kita."