Insiden itu menjadi penembakan terbaru yang terjadi di sekolah Turki. Pada April lalu, seorang remaja berusia 14 tahun melepaskan tembakan di sebuah sekolah di Provinsi Kahramanmaras. Penembakan itu menewaskan sedikitnya sembilan siswa yang berusia 10-11 tahun dan seorang guru. Pelaku yang masih remaja akhirnya tewas di lokasi kejadian.
Dalam insiden terpisah di Provinsi Sanliurfa, tenggara Turki, seorang mantan siswa melepaskan tembakan di bekas sekolahnya dan melukai 16 orang, sebelum mengakhiri hidupnya sendiri saat berhadapan dengan polisi.
Serangkaian insiden penembakan di area sekolah itu telah memicu kemarahan publik. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberhentikan seorang Wakil Menteri Pendidikan dan menegaskan bahwa pemerintah akan menerapkan sejumlah langkah, termasuk pembatasan kepemilikan senjata api.