Abang ipar pelaku pun kaget dan ketakutan mendengar rencana terdakwa itu. Selang beberapa waktu, abang ipar pelaku pun pulang ke rumahnya.

Sekira pukul 19.30 WIB, abang ipar pelaku sempat menghubungi terdakwa untuk memastikan soal rencana itu. Saat itu, terdakwa mengatakan tetap akan membunuh korban.

Abang ipar terdakwa bersama istrinya lalu menuju ke rumah pelaku dengan rasa takut. Di tengah perjalan, abang ipar terdakwa itu bercerita kepada istrinya.

"Terdakwa kembali menghubungi Saksi untuk menanyakan apakah jadi menemani terdakwa untuk menghabisi nyawa korban. Namun, saksi tidak mengangkat telepon terdakwa," demikian isi dakwaan itu.

Usai tak direspons, terdakwa pun melancarkan aksinya sendiri. Pada pukul 21.00 WIB, terdakwa menghubungi korban dengan dalih mengajaknya mencari kelapa di kebun orang lain.

Korban yang tidak curiga dengan pelaku pun mengiyakan ajakan terdakwa itu. Keduanya pun berjanji untuk bertemu di lokasi.

Sebelum bertemu korban, terdakwa mempersiapkan sejumlah peralatan yang akan digunakan untuk membunuh korban, seperti parang, alat panjat pohon kelapa, satu karung serta senter kepala. Setelah itu, terdakwa langsung menuju lokasi.