Eka sendiri merupakan pengurus RT yang tinggal di seberang Bakso Bintang 2, tepat di samping rumah warga yang protes karena limbah bakso dibuang di got depan rumahnya. Dia menegaskan bahwa ia bukan pemilik atau karyawan dari warung bakso itu.

"Saya terpancing emosi karena ketika saya ngomong seperti itu, dia ngomong 'saya harus pakai bahasa apa? Bahasa hewan atau bahasa binatang?'. Otomatis saya terpancing emosi, karena saya orang tua kok," ungkapnya.

Menurutnya, limbah yang dibuang di saluran got tersebut merupakan limbah rumah tangga, hasil pencucian piring.