NADIKABAR.COM — Polisi antiterorisme Inggris menangkap seorang pria berkewarganegaraan ganda Inggris-Iran terkait insiden di dekat pangkalan udara Amerika Serikat (AS). Penangkapan terhadap pria tersebut buntut dugaan ancaman teror dekat pangkalan AS yang digunakan untuk menyerang Iran.

Dilansir AFP, Jumat (2/10/2026), penangkapan ini terjadi setelah Perdana Menteri (PM) Inggris Andy Burnham mengatakan kepada BBC bahwa terdapat indikasi kuat bahwa Iran berperan dalam peristiwa akhir pekan lalu di RAF Fairford, sebuah pangkalan yang digunakan oleh militer AS dalam perang melawan Iran.

Unit Kepolisian Antiterorisme Inggris menyatakan bahwa seorang pria berusia 25 tahun, warga negara ganda Inggris/Iran, telah ditangkap di Westminster, London, atas dugaan persiapan tindakan terorisme.

Polisi dipanggil ke pangkalan di wilayah Cotswolds pada akhir lalu, yang memicu evakuasi warga desa terdekat dan penetapan status insiden besar.

Seorang petani yang tinggal di desa Whelford, dekat pangkalan udara tersebut, menghubungi polisi setelah melihat sejumlah mobil van menghalangi jalan dan sekelompok pria yang mengenakan penutup wajah.

Polisi menangkap lima warga Inggris yang berbasis di London, semuanya pria berusia sekitar 20-an, di lokasi kejadian dan memeriksa beberapa kendaraan. Kelima pria tersebut kemudian dibebaskan dengan jaminan, pihak AS mengkritik keputusan polisi Inggris tersebut.

Polisi kemudian mengungkapkan bahwa tidak ada bahan peledak yang ditemukan di lokasi kejadian, dan sifat ancaman tersebut belum dijelaskan oleh pihak berwenang.

Menambah misterinya situasi ini, media Inggris melaporkan bahwa petugas mendapat informasi mengenai insiden tersebut dari salah satu tersangka awal, namun polisi belum memberikan komentar terkait laporan tersebut.

Vicki Evans, koordinator nasional senior untuk polisi antiterorisme, menyatakan bahwa penyelidikan ini sangat kompleks dan polisi sedang menelusuri segala kemungkinan sudut pandang, termasuk kemungkinan keterlibatan negara asing.

Kedutaan Besar Iran di London sebelumnya menolak secara tegas dan mengecam keras spekulasi mengenai keterlibatan mereka, sementara Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan bahwa tuduhan Burnham itu salah alamat.