NADIKABAR.COM — CEO Zap Finance Prita Hapsari Ghozie memberikan panduan mengatur keuangan bagi pemuda dalam diskusi panel Indonesia Youth Summit 2026 di Taman Besar Teater Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis.

Menurut Prita, pemuda kerap melalukan kesalahan dalam mengelola keuangan sehingga perlu menyiapkan langkah-langkah, di antaranya mencatat keuangan sebelum membuat rencana.

Setelah pencatatan berjalan, anak muda bisa menyusun budget, yaitu rencana alokasi uang agar pengeluaran sesuai prioritas dan tujuan finansial.

"Kesalahan terbesar anak muda di usia 20-an adalah social comparison, yakni mudah terpengaruh omongan orang lain," kata Prita.

Ia mengajak anak muda meyakini nilai dirinya sendiri dan tidak membandingkan diri dengan orang lain karena tidak akan ada habisnya.

Prita menambahkan bahwa pola pikir pengelolaan keuangan sering diwariskan dari kebiasaan orang tua, namun orang tidak bisa memilih lahir dari keluarga apa.

Anak muda mempunyai peluang belajar dan mencari pengetahuan, termasuk mereka yang tumbuh di lingkungan yang kurang mendukung.

Prita menekankan pentingnya pola pikir finansial independen, yakni tidak menjadikan orang tua sebagai dana darurat, tidak menjadikan anak sebagai dana pensiun, dan tidak menjadikan teman atau saudara sebagai paylater.

Dia mengajak peserta menelaah kembali motif di balik keinginan mereka. Misalnya, saat ingin sekali traveling, tanyakan dulu apakah tujuannya memang untuk penyegaran.

Indonesia Youth Summit 2026 berlangsung hingga 30 Oktober dengan menampilkan panel-panel diskusi inspiratif untuk pemuda.