Para perajin mampu memperoleh pendapatan berkisar Rp150.000 hingga Rp300.000 per hari, tergantung pada volume produksi harian. Adapun harga jual gula aren batok (cetak) di tingkat petani saat ini berkisar Rp20.000 per kg.
Ia menambahkan, Rejang Lebong telah memiliki varietas aren lokal unggul bernama Semulen ST-1 yang dilepas oleh Kementerian Pertanian pada 2018, dan saat ini penangkarannya terus dikembangkan oleh masyarakat setempat.
Varietas Semulen ST-1 memiliki keunggulan karakter di antara jenis aren genjah dan aren dalam. Tanaman ini tahan terhadap hama, adaptif di berbagai kondisi lahan, mulai berproduksi pada usia 6-7 tahun dengan hasil nira 15-30 liter per hari, serta memiliki tinggi pohon rata-rata hanya 10 meter.