NADIKABAR.COM — Jumat, 13 November 2026, adalah tanggal yang diprediksi Heinz von Foerster sebagai waktu berakhirnya dunia (end of the world). Prediksi itu ia terbitkan dalam artikel bertajuk 'Doomsday: Friday, 13 November, A.D 2026' di Jurnal Science Tahun 1960.

Sebelum menyelami dasar von Foerster, pembaca tentu sudah tahu bahwa prediksi kiamat bukan hal baru, baik didasari perhitungan maupun penerawangan. Dilansir Britannica, salah satunya yang termasyhur adalah kiamat 2012.

Prediksi kiamat pada 21 Desember 2012 didasarkan atas hitungan Suku Maya. Tak main-main, ramalan ini bahkan difilmkan dengan judul sama dan sukses menarik perhatian khalayak ramai beberapa tahun yang lalu.

Selain 2012, ada juga ramalan dari Nostradamus, Baba Vanga, juga Kushal Kumar beberapa waktu belakangan. Namun nyatanya, sampai sekarang, seluruh prediksi maupun ramalan itu tidak terbukti. Bagaimana dengan milik von Foerster?

Simak pembahasan ringkasnya di bawah ini.

Dirujuk dari laman Illinois Distributed Museum, von Foerster adalah seorang ilmuwan Austria-Amerika kelahiran 1911. Ia berfokus mendalami bidang ilmu komputer, filsafat, fisika, dan sibernetika.

Pada 1960, Foerster bersama dua orang rekannya, Patricia M Mora dan Lawrence W Amiot merilis artikel jurnal bertajuk 'Doomsday: Friday, 13 November, A.D.2026'. Tepat di bawah judul, ketiganya menulis:

"Pada tanggal ini, populasi manusia akan mendekati tak terhingga jika pertumbuhannya berlangsung seperti yang terjadi selama dua milenium terakhir," dikutip pada Rabu (9/9/2026) dari website Science.