Perjalanan bisnis Martha memasuki tahap penting pada 1977 ketika ia bersama mitra usahanya mendirikan PT Martina Berto dan meluncurkan Sariayu sebagai merek produk kecantikan serta jamu modern. Merek tersebut menjadi salah satu identitas utama bisnis yang dibangunnya selama puluhan tahun.

Dalam mengembangkan Sariayu, Martha melakukan riset terhadap manuskrip kuno Keraton Yogyakarta untuk mempelajari tradisi perawatan kecantikan perempuan Jawa. Ia juga melibatkan ahli antropologi guna memahami sejarah dan nilai budaya di balik tradisi tersebut.

Pendekatan itu kemudian diterapkan dalam pengembangan produk yang menggabungkan pengetahuan modern dengan inspirasi bahan alami dan tradisi Indonesia. Pada 1987, Sariayu memperkenalkan koleksi tren warna yang terinspirasi dari keragaman budaya Nusantara.

Bisnisnya terus berkembang melalui berbagai merek, antara lain Biokos, Caring Colours, Belia, dan PAC. Martha Tilaar Group juga memperluas kegiatannya ke bidang perawatan tubuh, layanan salon dan spa, serta pendidikan kecantikan.

Selain membangun usaha kecantikan, Martha dikenal melalui upayanya membuka kesempatan bagi perempuan untuk memperoleh keterampilan dan kemandirian ekonomi.

United Nations Global Compact mengakui kiprahnya sebagai salah satu SDG Pioneers pada 2018 melalui kategori Advancing Sustainability through Community Engagement. Pengakuan tersebut berkaitan dengan pendekatan bisnis yang melibatkan masyarakat, mendukung petani pemasok bahan baku, serta membuka kesempatan kerja dan pelatihan bagi perempuan.

Salah satu program yang dikembangkan adalah Martha Tilaar Training Center, yang memberikan pelatihan bagi perempuan agar dapat bekerja sebagai terapis spa profesional. Menurut United Nations Global Compact, sekitar 5.600 perempuan telah mengikuti pelatihan tersebut dan bekerja di dalam maupun luar Indonesia.

Upaya tersebut memperlihatkan bahwa kiprah Martha tidak hanya berorientasi pada pengembangan produk kecantikan, tetapi juga pada peningkatan keterampilan dan kesempatan ekonomi masyarakat.

Penghargaan atas kontribusi bagi Indonesia