Kontribusi Martha dalam mengembangkan industri kecantikan serta melestarikan tradisi perawatan berbasis jamu dan herbal mendapat pengakuan dari berbagai pihak.

Pada 2016, Presiden Joko Widodo menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma kepada Martha. Penghargaan tersebut diberikan atas jasanya dalam bidang kebudayaan, termasuk pelestarian jamu dan herbal Indonesia.

Ia juga menerima Women Leading the Way Award dari Indiana University Women’s Philanthropy Council pada 2013. Selain itu, Martha memperoleh penghargaan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada 2012 atas kiprahnya di bidang perawatan dan herbal.

Berbagai penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas perjalanan panjangnya dalam mengembangkan bisnis kecantikan sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Indonesia melalui produk modern.

Warisan Martha Tilaar bagi industri kecantikan

Martha Tilaar meninggal dunia pada Rabu, 14 Oktober 2026, dalam usia 89 tahun. Kabar kepergiannya dikonfirmasi melalui unggahan akun Instagram resmi Sariayu. Ia meninggalkan perjalanan usaha yang bermula dari salon kecil di Menteng hingga berkembang menjadi kelompok bisnis di industri kecantikan nasional.

Selama lebih dari lima dekade, Martha mengembangkan pendekatan kecantikan yang memadukan ilmu modern, bahan alami, dan tradisi Nusantara. Melalui Sariayu dan berbagai unit usaha lainnya, ia turut memperkuat keberadaan merek lokal di tengah perkembangan industri kosmetik.

Perjalanan hidupnya juga memperlihatkan bagaimana pengetahuan tradisional dapat dikembangkan menjadi produk modern tanpa melepaskan identitas budaya. Kiprah tersebut menjadi bagian penting dari warisan Martha Tilaar bagi industri kecantikan Indonesia.