Kiprah Gus Kikin tidak hanya berlangsung di lingkungan pesantren. Ia juga aktif dalam struktur NU.
Pada 2022, Gus Kikin tercatat menjadi salah satu Ketua Tanfidziyah PBNU. Dua tahun kemudian, ia dipercaya memimpin PWNU Jawa Timur.
Gus Kikin sebelumnya ditunjuk sebagai Pj Ketua PWNU Jatim setelah berakhirnya masa kepengurusan KH Marzuqi Mustamar. Dalam Konferwil NU Jatim di Pesantren Tebuireng pada 3 Agustus 2024, Gus Kikin kemudian terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWNU Jatim masa khidmat 2024-2029.
Saat memimpin PWNU Jatim, Gus Kikin membawa pengalaman dari pesantren sekaligus dunia usaha. Dalam penyusunan kepengurusan PWNU Jatim, ia menekankan unsur kebersamaan, regenerasi, kaderisasi, apresiasi, dan akomodasi daerah.
Perjalanan tersebut akhirnya membawa Gus Kikin ke tingkat kepemimpinan tertinggi NU.
Dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang, lima nama diajukan sebagai calon Ketua Umum PBNU. AHWA kemudian bermusyawarah tertutup untuk menentukan sosok yang dipercaya memimpin PBNU periode 2026-2031. Sembilan ulama AHWA akhirnya sepakat memilih Gus Kikin.
Keputusan itu membuat Gus Kikin kini memegang tiga posisi penting sekaligus dalam perjalanan pengabdiannya: pengasuh Pesantren Tebuireng, Ketua PWNU Jawa Timur, dan kini Ketua Umum PBNU.
Sebelumnya, AHWA juga menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU masa khidmat 2026-2031. Kiai Miftach kembali menduduki posisi tersebut setelah sebelumnya menjadi Rais Aam PBNU periode 2021-2026.
Dengan terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum dan Kiai Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam, kepemimpinan PBNU periode 2026-2031 kini resmi berada di tangan dua ulama yang sama-sama memiliki pengalaman panjang di lingkungan NU dan pesantren.