Selain penelitian di bidang kebumian dan geospasial, Irwan juga memiliki sejumlah publikasi yang berkaitan langsung dengan kelautan dan perikanan.
Pada 2026, ia tercatat dalam publikasi Extended empirical orthogonal function analysis of spatiotemporal chlorophyll-a variability in Indonesian waters using remote sensing data yang mengkaji variabilitas spasial dan temporal klorofil-a di perairan Indonesia menggunakan data penginderaan jauh.
Ia juga terlibat dalam publikasi Balancing ecological stability and economic growth under oceanographic variability and coastal interventions in fisheries systems yang membahas keseimbangan stabilitas ekologi dan pertumbuhan ekonomi dalam sistem perikanan.
Pada 2025, Irwan turut menjadi bagian dari publikasi Economic prosperity and ecological sustainability strategy for fishing violations hotspots mengenai strategi kesejahteraan ekonomi dan keberlanjutan ekologi di wilayah yang menjadi titik rawan pelanggaran perikanan.
Pada tahun yang sama, ia juga terlibat dalam penelitian Developing a marine and fisheries blue economy index for Indonesia: A comprehensive assessment framework yang mengembangkan kerangka penilaian ekonomi biru sektor kelautan dan perikanan Indonesia.