Posisi tersebut membuat KH Hasan Abdullah Sahal menjadi salah satu tokoh yang menjalani perjalanan panjang kepemimpinan Gontor selama lebih dari empat dekade.
Pada 2026, KH Hasan Abdullah Sahal masih tercatat sebagai pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. Ia menjalankan kepemimpinan bersama KH Muhammad Akrim Mariyat setelah wafatnya Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi pada 3 Januari 2026.
Selain menjadi pimpinan Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal juga memiliki kiprah dalam pengembangan pendidikan pesantren.
Ia tercatat sebagai salah satu pendiri Pondok Pesantren Putri Al-Mawaddah di Coper, Jetis, Ponorogo, pada 1989. Tiga tahun kemudian, ia mendirikan sekaligus menjadi pengasuh Pondok Tahfidz Quran Al-Muqoddasah di Nglumpang, Mlarak, Ponorogo.
Keterlibatannya dalam pendidikan juga berlangsung di lingkungan perguruan tinggi Gontor. Aktivitas tersebut berjalan bersamaan dengan perannya sebagai pimpinan pondok dan pengajar.
KH Hasan Abdullah Sahal juga tercatat memiliki pengalaman dakwah dan kegiatan keilmuan di sejumlah negara.
Dalam profil resminya, ia pernah melakukan perjalanan dakwah maupun kunjungan ke sejumlah negara, antara lain Malaysia, Hong Kong, Korea Selatan, Jepang, Singapura, Yordania, Suriah, Turki, Jerman, Prancis, Belgia, Australia, Arab Saudi, Mesir, Thailand, India dan Pakistan.
Pada 30 Mei 2026, KH Hasan Abdullah Sahal juga menyampaikan pesan kepada keluarga besar Gontor dari Masjid Nabawi, Madinah. Pesan tersebut berkaitan dengan konsolidasi kiai pesantren dan mubalig alumni Gontor dalam rangkaian peringatan 100 tahun Gontor sekaligus menyongsong satu abad berikutnya.