NADIKABAR.COM — Andrea Kimi Antonelli mencetak sejarah dengan menjadi juara dunia Formula 1 2026. Pembalap Mercedes itu memastikan gelar setelah finis ketiga Grand Prix Meksiko, Senin (2/11) dini hari WIB.

Antonelli mengunci gelar juara dunia saat musim masih menyisakan tiga seri. Dengan tambahan 15 poin dari balapan di Meksiko, koleksi poinnya menjadi 380 dan tidak mungkin lagi dikejar Max Verstappen yang berada di posisi kedua dengan 261 poin.

Gelar tersebut menjadi pencapaian luar biasa bagi Antonelli yang baru menjalani musim keduanya di Formula 1.

Ia juga memecahkan rekor sebagai juara dunia termuda, yakni pada usia 20 tahun 68 hari. Sebelumnya, rekor tersebut dipegang Sebastian Vettel yang menjadi juara di usia 23 tahun 134 hari pada 2010.

Antonelli lahir di Bologna, Italia, pada 25 agustus 2006. Ia merupakan putra Marco Antonelli, pembalap yang berkarier di ajang balap mobil sport.

Kimi mulai mengenal dunia balap sejak kecil dan menunjukkan potensi besar saat mulai berkompetisi di karting.

Mercedes mulai memantau Antonelli sejak masih berada di level karting. Ia kemudian bergabung dengan program junior Mercedes dan menjalani perkembangan karier yang terbilang cepat. Antonelli berhasil meraih sejumlah gelar di kategori junior sebelum naik kelas ke Formula.

Pada 2022, Antonelli menjadi juara Formula 4 Italia dan ADAC Formula 4 Jerman. Setahun kemudian, ia kembali menunjukkan dominasinya dengan meraih gelar Formula Regional Middle East dan Formula Regional European. Deretan prestasi tersebut membuat Mercedes semakin yakin terhadap potensinya.

Antonelli kemudian langsung naik ke Formula 2 pada 2024, tanpa lebih dulu menjalani satu musim di Formula 3. Meski menghadapi persaingan ketat, ia mampu meraih kemenangan sprint race di Silverstone dan feature race di Hungaroring. Performa tersebut memperkuat peluangnya untuk segera promosi ke Formula 1.

Kesempatan itu datang setelah Lewis Hamilton memutuskan meninggalkan Mercedes dan bergabung dengan Ferrari pada 2025. Mercedes memilih Antonelli untuk mengisi kursi yang ditinggalkan Hamilton dan mendampingkan pembalap muda Italia tersebut dengan George Russell.

Debut Antonelli di Formula 1 pada 2025 tidak berjalan mulus. Ia sempat meraih tiga podium, tetapi juga mengalami periode sulit, terutama saat menjalani rangkaian balapan di Eropa. Tekanan sebagai pembalap muda yang menggantikan Hamilton membuatnya harus beradaptasi dengan tuntutan besar di Mercedes.

Antonelli kemudian bangkit pada musim 2026. Ia mengawali tahun dengan finis kedua di Australia sebelum meraih kemenangan pertamanya di Grand Prix China. Kemenangan tersebut membuatnya menjadi salah satu pembalap termuda yang pernah memenangi balapan Formula 1.

Performa Antonelli terus meningkat. Ia meraih kemenangan di Jepang, Miami, Kanada, Monaco, Belgia, Italia, Spanyol, Amerika Serikat, dan China. Total sembilan kemenangan sepanjang musim menjadi salah satu faktor utama yang membawanya mengunci gelar juara dunia.

Keberhasilan di Meksiko sekaligus menjadikan Antonelli pembalap Italia ketiga yang menjadi juara dunia Formula 1. Sebelumnya, gelar tersebut pernah diraih Giuseppe Farina pada 1950 serta Alberto Ascari pada 1952 dan 1953.

Pada usia 20 tahun, Antonelli masih memiliki perjalanan panjang di Formula 1. Gelar juara dunia pada musim keduanya menjadi awal pencapaian besar dalam kariernya bersama Mercedes sekaligus menahbiskannya sebagai pembalap paling muda yang pernah mencapai puncak olahraga tersebut.