Komisaris Independen PLN Andi Arief mengonfirmasi pergantian direktur utama tersebut. Ia menyampaikan bahwa Suroso menggantikan Darmawan Prasodjo dan untuk sementara masih merangkap jabatan sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan sampai penggantinya ditetapkan.
Andi juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian Darmawan selama memimpin PLN serta berharap transformasi perusahaan dapat berlanjut di bawah kepemimpinan yang baru.
Sebagai direktur utama, Suroso menghadapi tantangan dalam menjaga keandalan pasokan listrik, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendorong pengembangan energi yang lebih bersih.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian pemerintah adalah percepatan pemanfaatan energi surya. Dalam pertemuan di Istana Merdeka pada 14 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah pejabat membahas transformasi PLN dan percepatan penggunaan panel surya dengan kapasitas 100 gigawatt (GW).
Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong PLN agar lebih efisien, produktif, dan responsif dalam menjalankan perannya di sektor ketenagalistrikan.
Dengan pengalaman di bidang pembangkitan, pengaturan sistem tenaga listrik, teknologi informasi, dan energi baru terbarukan, Suroso kini memegang tanggung jawab untuk melanjutkan transformasi PLN. Kepemimpinannya akan berperan dalam menentukan arah pengembangan perusahaan, termasuk menjaga keandalan layanan listrik dan mendukung agenda transisi energi Indonesia.