NADIKABAR.COM — Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), disetujui menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Kamis.
Suyudi rencananya akan dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis siang ini.
Ia merupakan alumni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) yang sekarang Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 1994, satu angkatan dengan Kapolda Metro Jaya Komjen Polisi Asep Edi Suheri.
Penerima Bintang Bhayangkara Nararya itu memiliki pengalaman spesialis di bidang reserse. Sebelum dilantik sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025 menggantikan Komjen Pol. Martinus Hukom, ia menjabat sebagai Kapolda Banten dengan masa jabatan 26 Juni 2024 sampai 5 Agustus 2025.
Sebelumnya, ia juga pernah menduduki jabatan sebagai Wakapolda Metro Jaya periode 27 Maret 2023 hingga 26 Juni 2024.
Pria kelahiran Pandeglang 53 tahun silam itu, memulai karir kepolisiannya dari bawah. Sejak lulus Akpol, jabatan yang diampunya kebanyakan di bidang reserse. Pada 1995 menjabat sebagai Pama Pus Brimob, lalu pada 1996 menjadi Daton I KI 5119.
Selain itu, sebagian besar karir kepolisian Suyudi berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Dimulai dari Kapolsek Pasar Minggu (2004), Kapolsek Metro Tanah Abang (2012), Kapolsek Metro Penjaringan (2013). Kemudian di 2014 hingga 2015 dia menjabat sebagai Kapolres Majalengka.
Dari Majalengka, Suyudi kembali ke penyangga Jakarta, dimutasi menjadi Kapolres Bogor Kabupaten menggantikan Andi M. Dicky periode 2015 hingga 2016.
Dari Kabupaten Bogor, Suyudi dipercaya menjabat sebagai Kapolresta Bogor menggantikan Ulung Sampurna Jaya pada periode 2016-2017.
Kemudian di 2017, Suyudi mulai menduduki jabatan di Bareskrim Polri, di antaranya Wakil Direktur Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus) dan Wakil Direktur Direktorat Tindak Pidana Siber (Wadirtipidsiber).
Pada 2019, Suyudi pun kembali ke Polda Metro Jaya dipercaya memimpin Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditrekrimum) menggantikan Roycke Harry Langie yang baru saja naik pangkat menjadi Komjen pada 26 September 2026.
Di bidang akademik, Suyudi menuntaskan jenjang pendidikannya di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) tahun 2003. Selain gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K), ia juga menyandang gelar Sarjana Hukum dan Magister Sains.
Ia juga mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa di bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanegara pada 31 Januari 2026.
Selama memimpin BNN, Suyudi menjadi perhatian publik setelah berhasil membongkar kasus besar peredaran narkotika internasional pada Desember 2025.
Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengungkap penyeludupan sabu seberat dua ton yang dikendalikan Dewi Astutik alias PA, dengan nilai narkoba mencapai Rp5 triliun.