NADIKABAR.COM — Program pencampuran bahan bakar bensin dengan etanol 50 persen atau E50 berpotensi membuka 320 pabrik etanol baru di dalam negeri, sebut Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto.
"Untuk kebutuhan E50, kita perlu mendirikan pabrik etanol sebanyak 320 unit, masing-masing berkapasitas 60 ribu kiloliter," kata Brian dalam acara Danantara Technology & Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin.
Menurut dia, pengembangan industri etanol menjadi salah satu peluang untuk mengalihkan belanja impor energi menjadi aktivitas industri di dalam negeri.
Ia mengatakan Indonesia selama ini mengeluarkan sekitar 30 miliar hingga 50 miliar dolar AS untuk impor energi.