Namun demikian, Wihaji menegaskan program ini bukan mengambil kewenangan Kementerian Ketenagakerjaan, melainkan lebih kepada persiapan sumber daya manusia yang dilakukan dengan kolaborasi berbagai pihak, utamanya perguruan tinggi.

"Tugas kita itu menyiapkan generasi dan sumber daya manusianya, untuk persoalan penempatan dan sebagainya itu bagian dari ikhtiar saja karena berkolaborasi dengan berbagai industri yang berkenaan dengan kebutuhan di masing-masing industri, oleh karena itu, kita sambungkan dengan mengundang perguruan tinggi yang punya sumber daya manusia yang nanti lulusannya bisa ikut di dalam kegiatan Siap Impact ini," tuturnya.

Kemendukbangga/BKKBN mencatat sudah ada 893 mahasiswa yang tergabung dalam program ini, yang masing-masing akan mendapatkan pelatihan, pembekalan, hingga asesmen untuk dipetakan kebutuhannya sesuai dengan keterampilan atau minat masing-masing.

Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Strategi Pembangunan Keluarga, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Ukik Kusuma Kurniawan mengemukakan, Program Siap Impact mencakup empat hal, mulai dari kesiapan individual, berkeluarga, bersosial, dan berdigital, yang dilakukan secara bertahap melalui pengenalan potensi, penguatan kapasitas, pemberian pengalaman untuk mengaplikasikan kemampuan, serta fasilitasi akses dengan mitra industri.