Untuk menuntaskan seluruh paket pekerjaan tersebut dibutuhkan anggaran negara sekitar Rp 2,8 triliun. Pihaknya mengaku tidak ada kendala teknis yang menghambat pembangunan.
"Alhamdulillah untuk pekerjaan relatif lancar, pekerjaan tetap kami optimalkan untuk berjalan," jelasnya.
Senna menambahkan, Bendungan Bagong merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air yang diproyeksikan bakal memberikan manfaat besar untuk masyarakat Trenggalek. Salah satunya layanan irigasi untuk 977 hektare lahan, dengan kapasitas penyediaan air baku 153 liter/detik.
"Selain untuk irigasi, bendungan ini juga berfungsi sebagai sistem pengendali banjir Trenggalek. Jadi, tim redaksi Bendungan Bagong dan Bendungan Tugu punya peran yang sama untuk sistem kendali air," jelasnya.
Proyek nasional ini merupakan peninggalan Presiden Joko Widodo. Data Kementerian PU, bendungan mulai dibangun pada 2018. Pada rencana awal pembangunan ditargetkan tuntas pada 2022. Namun, akibat terkendala pembebasan lahan dan beberapa problem lain Kementerian PU merevisi target penyelesaian hingga 2029.