"Langkah ini untuk mengembalikan fungsi aliran sungai dan jaringan irigasi, mengurangi potensi risiko bencana lanjutan, serta mendukung pemulihan aktivitas masyarakat yang terdampak," ujar Asyari.

Untuk di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Tengah progres fisiknya saat ini telah menyentuh angka 87,79 persen. Capaian tersebut terdiri atas perkuatan tebing dan tanggul sebesar 94,68 persen, penanganan daerah irigasi 85,84 persen, serta normalisasi sungai 78,03 persen.

Di wilayah tersebut, penanganan lima muara yang menggunakan alat berat ekskavator telah dinyatakan selesai seutuhnya. Selain itu pengerukan menggunakan kapal keruk atau dredger masih terus berlangsung di tiga muara lainnya.

BWS Sumatera I juga melakukan pengeboran tiga titik sumur di sekitar kawasan sinkhole di Bener Meriah.

Sementara itu, di Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang progres penangananmencatatkan hasil 91,04 persen. Perkuatan tebing dan tanggul menyentuh 92,55 persen, sedangkan normalisasi sungai dan saluran irigasi mencapai 84,74 persen.