NADIKABAR.COM — Aksi protes para pelajar yang masih berlangsung di Prancis berimbas terhadap lebih dari 730 sekolah di negara tersebut pada Jumat (2/10), kata Menteri Pendidikan Prancis Edouard Geffray.

"Siang ini, kegiatan di 735 sekolah mengalami gangguan dalam berbagai bentuk. Angka itu hampir 30 persen lebih rendah dibandingkan kemarin," kata Geffray kepada para wartawan.

Jumlah kasus kekerasan terhadap staf sekolah juga mengalami penurunan, tambahnya.

Geffray mencatat bahwa pada Jumat ada tiga orang yang terluka, jauh berkurang dibandingkan dengan Kamis (1/10) sebanyak 31 orang terluka.

Para siswa sekolah menengah atas di Prancis menggelar aksi unjuk rasa selama beberapa hari terakhir untuk memprotes jadwal pelajaran yang terlalu padat, kekurangan guru, dan berbagai masalah pendidikan lainnya.

Beberapa aksi protes itu disertai dengan kerusuhan.

Pemerintah Prancis menyatakan aksi protes di sekolah-sekolah telah berubah menjadi kerusuhan di jalanan.

Penerjemah: Asri Mayang Sari