NADIKABAR.COM β PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mengatakan literasi keuangan perlu berkembang melampaui pemahaman dasar mengenai pengelolaan uang seiring dengan kemudahan akses teknologi yang semakin cepat.
βKemudahan akses terhadap layanan keuangan dan teknologi harus diikuti kemampuan untuk memahami manfaat, mengenali risiko, dan menilai informasi secara kritis,β kata Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Karin mengatakan, kemudahan akses layanan keuangan digital saat ini belum diimbangi oleh pemahaman finansial yang memadai.
Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) menunjukkan bahwa tingkat literasi perasuransian masyarakat baru mencapai 45,45 persen (SNLIK 2025).
Kesenjangan serupa terlihat pada kelompok usia 15 hingga 17 tahun (SNLIK 2026), dengan inklusi keuangan telah melesat hingga 89,13 persen, namun literasinya baru berada di angka 56,04 persen.