NADIKABAR.COM β Film, serial, dan buku tentang kiamat sering menggambarkan dunia yang kacau, wabah mematikan, bencana besar, hingga manusia yang harus bertahan hidup. Meski terdengar menakutkan, cerita semacam ini justru dapat memberikan rasa nyaman bagi sebagian orang, terutama ketika kehidupan nyata sedang dipenuhi ketidakpastian.
Psikolog Clay Routledge mengatakan cerita apokaliptik dapat menjadi ruang bagi seseorang untuk menghadapi rasa takut dan kecemasan dengan cara yang lebih aman.
βFiksi apokaliptik dapat menjadi ruang imajinasi untuk membantu kita memikirkan cara memperbaiki kehidupan,β kata Routledge sebagaimana dikutip dari laman Real Simple pada Selasa (29/9).
Menurut dia, ketertarikan terhadap cerita kiamat juga dapat mencerminkan kekhawatiran yang sedang dirasakan masyarakat. Pada era Perang Dingin, misalnya, cerita tentang perang nuklir banyak muncul karena ancaman tersebut menjadi salah satu sumber kecemasan masyarakat.
Saat ini, cerita apokaliptik lebih sering mengangkat persoalan seperti pandemi, perubahan iklim, kecerdasan buatan, hingga wabah zombie. Tema tersebut memungkinkan penonton membayangkan kondisi yang jauh lebih buruk daripada masalah yang sedang mereka hadapi.
Routledge mengatakan melihat skenario yang lebih ekstrem dapat membuat persoalan dalam kehidupan sehari-hari terasa lebih mudah dihadapi.
βKetika kita memikirkan sesuatu yang jauh lebih buruk, apa yang sedang kita hadapi terasa lebih mudah dikelola dan tidak terlalu dramatis,β ujarnya.
Cerita apokaliptik juga memberi kesempatan bagi seseorang untuk menghadapi ketakutan dalam situasi yang terkendali. Penonton mengetahui bahwa mereka berada di tempat yang aman, tetapi tetap dapat merasakan ketegangan dan memikirkan bagaimana tokoh dalam cerita menghadapi ancaman.
Pengalaman tersebut bahkan dapat membantu membangun ketahanan psikologis. Routledge merujuk penelitian selama pandemi COVID-19 yang menemukan bahwa orang yang terbiasa menikmati film atau cerita bergenre horor menunjukkan ketahanan psikologis yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak menontonnya.
Selain rasa tegang, cerita apokaliptik juga dapat memunculkan emosi positif. Penonton dapat merasa bersemangat, tertawa, atau lega ketika tokoh berhasil melewati situasi sulit.
Hal lain yang membuat cerita kiamat menarik adalah gambaran manusia yang saling membantu ketika menghadapi kehancuran. Banyak cerita memperlihatkan kelompok kecil yang bekerja sama untuk bertahan hidup dan membangun kembali kehidupan.
Menurut Routledge, gambaran tersebut dapat menumbuhkan harapan bahwa manusia mampu menghadapi masalah besar bersama-sama.
Karena itu, ketertarikan pada cerita tentang akhir dunia tidak selalu berarti seseorang menyukai hal-hal yang suram. Di tengah ketidakpastian, cerita tersebut justru dapat menjadi cara untuk memahami ketakutan, mencari harapan, dan melihat kemungkinan bahwa manusia tetap mampu bertahan.
Penerjemah: Farika Nur Khotimah