Menurutnya tema itu diusung manajemen karena tekad klub untuk mengarungi liga sembari terus memegang teguh nilai tradisi yang mengakar di Bumi Mataram. Hal itu tak lepas dari sejarah tim sejak era perserikatan yang telah menjadi bagian dari Jogja.

"Keduanya membawa satu pesan tegas bahwa PSIM Jogja melangkah dan bertarung di kasta tertinggi hari ini dengan membawa harga diri sebagai klub yang punya sejarah panjang dalam sepakbola nasional, sekaligus berkomitmen menjaga nilai luhur budaya Jogja dan memori setiap orang yang terlibat di dalamnya," jelas Osa.

Modal sejarah panjang PSIM juga diharap bisa membakar daya juang penggawa Laskar Mataram.