Namun, skenario berubah drastis memasuki babak kedua saat Persib melakukan perombakan taktik. Masuknya pemain pengganti seperti Balsa langsung memberi daya dobrak baru yang merepotkan barisan pertahanan PSM.

Petaka bagi PSM terjadi akibat kelengahan para pemain sendiri yang mengendur usai jeda. Bahkan Persib bisa mencetak dua gol dan membalikkan keadaan hanya dalam waktu kurang dari enam menit.

Awal petaka akibat turunnya konsentrasi itu diakui Darije sangat memukul mental para pemainnya. Situasi tersebut langsung membalikkan keadaan dan membuat PSM dalam posisi tertekan.

"Tentu ini sulit bagi kita, sakit, setelah langsung kemasukan dua gol di babak kedua di awal-awal pertandingan," katanya.

Menanggapi comeback menyakitkan ini, Darije bakal mengevaluasi ketahanan timnya dalam mengantisipasi skema bola mati. Ia akan memeriksa kembali rekaman pertandingan untuk melihat celah yang dimanfaatkan lawan.

"Padahal kita sudah perhatikan betul detail-detail terkait dengan corner bertahan. Namun saya harus, untuk memastikan apa yang terjadi di situ, saya melihat cuplikan lagi nanti, melihat pertandingan," terangnya.

Hal senada diakui pemain PSM, Rizky Eka. Dia menyebut timnya gagal mempertahankan ritme permainan di babak kedua meski mengawali laga di babak pertama dengan sangat menjanjikan.