NADIKABAR.COM — PSS Sleman menelan kekalahan di laga perdana kontra tuan rumah Bali United FC 1-2. Pelatih Super Elang Jawa (Elja), Pieter Huistra, menyoroti sejumlah momen dalam laga itu.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (4/9) malam, gol tuan rumah dicetak Teppei Yachida melalui eksekusi penalti (39') dan Queven Inacio (67'). Tim tamu memperkecil kedudukan via tandukan Melvyn Lorenzen (98').

Dalam konferensi pers seusai laga, Huistra menyoroti situasi penalti serta kesalahan yang dilakukan anak asuhnya hingga berbuah gol kedua Serdadu Tridatu, sebutan Bali United FC.

"Kami tentu berharap bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. Saya pikir kami sedikit tidak beruntung, terutama dalam situasi penalti. Bahkan, saya bisa mengatakan kami benar-benar sangat tidak beruntung. Kemudian, gol kedua juga terjadi karena kesalahan dari pemain kami sendiri," kata Huistra dikutip dari situs resmi PSS Sleman, Sabtu (5/9/2026).

Huistra pun memberi kredit positif bagi para pemainnya yang terus menyerang tuan rumah hingga lahir gol balasan Lorenzen.

"Namun, ada hal positif yang bisa kami ambil. Setelah tertinggal 0-2, kami tidak berhenti bermain. Kami tetap berusaha, terus mencoba, dan mencari cara untuk kembali ke pertandingan. Pada akhirnya, kami berhasil mencetak gol yang bagus, tetapi sayangnya gol tersebut datang terlalu terlambat," ucapnya.

Super Elja kini tidak bisa berlama-lama meratapi kekalahan tersebut. Sebab, mereka harus bersiap untuk menjamu Madura United FC di Stadion Maguwoharjo Sleman, Sabtu (12/9) depan.

Sementara itu, salah satu pemain PSS, Ega Rizky, yang hadir dalam konferensi menyampaikan permintaan maaf kepada suporter PSS atas kekalahan yang mereka derita.

"Mohon maaf kepada suporter yang telah memberikan dukungan. Pada pertandingan hari ini kami belum meraih hasil kemenangan. Kemudian, saya juga memberikan apresiasi kepada rekan-rekan pemain, tim pelatih, serta ofisial tim yang telah berjuang penuh hingga akhir pertandingan," ujarnya.