NADIKABAR.COM — Konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Iran belum menemukan titik ujung. Kedua negara justru saling lempar ancaman terbaru.
Dirangkum NadiKabar, Selasa (22/9/2026), perseteruan kedua negara ini mulai memanas usai AS dan Israel melakukan serangan gabungan ke wilayah Iran pada 28 Februari silam. Serangan itu turut menewaskan Ali Khamenei yang saat ini menjabat Pemimpin Tertinggi Iran.
Saling adu serangan kemudian terjadi di antara AS dan Iran. Perang keduanya kemudian berimbas pada sejumlah negara di Timur Tengah hingga meluas ke penutupan akses Selat Hormuz.
Beberapa kali perundingan telah dilakukan untuk mencapai kesepakatan damai. Namun, upaya berbulan-bulan itu belum membuahkan hasil. Kini, pemimpin kedua negara tersebut saling menebar ancaman untuk kembali melakukan penyerangan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dirinya sedang dalam "mode pengambilan keputusan" yang krusial terkait situasi konflik dengan Iran. Trump memperingatkan bahwa "hal-hal besar" akan terjadi jika Teheran tidak mengubah perilakunya.
"Pertanyaannya adalah apakah dan kapan saya akan menghancurkan seluruh negara itu? Sebaiknya mereka (Iran-red) bersikap baik," kata Trump dalam wawancara terbaru dengan televisi terkemuka AS, Fox News, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (21/9).
Dalam wawancara yang disiarkan pada Minggu (20/9) waktu setempat itu, Trump menguraikan pilihan-pilihan yang dimilikinya saat ini.
Mulai dari melenyapkan Iran, kemudian membiarkan negara itu "membusuk" secara eknomi, hingga merundingkan kesepakatan.
"Hal-hal sangat besar akan terjadi dalam waktu dekat," ucap Trump dengan nada memperingatkan.