Melalui kerja sama itu, kedua pihak membuka ruang kolaborasi dalam riset, pengembangan, dan pemanfaatan hasil inovasi di sektor industri maritim, energi, serta industri proses.
Riset sistem pendorong berbasis energi bersih untuk KRI Sriwijaya-100 menjadi salah satu fokus kerja sama ini sekaligus bagian dari penjajakan pengembangan teknologi propulsi dan energi yang lebih maju dengan mengandalkan kemampuan riset nasional.
Bagi industri galangan kapal dalam negeri, penguasaan teknologi propulsi menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan desain, rekayasa, hingga integrasi berbagai sistem pada kapal, sehingga pengembangannya tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi dari luar negeri.
"Pengembangan sistem pendorong KRI Sriwijaya-100 menjadi salah satu langkah untuk mempertemukan kemampuan riset dengan pengalaman industri," ujar dia.