Ketua Tim PMN PT PAL Indonesia Uut Tatawijaya mengatakan kehadiran perusahaan di Sidokelar merupakan bagian dari penugasan negara untuk mengembangkan industri galangan kapal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi biru.

Ia menjelaskan pengembangan galangan kapal di Paciran menggunakan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp427 miliar. Pada tahap awal, fasilitas tersebut ditargetkan mampu menangani perbaikan kapal hingga panjang 60 meter dan tahap berikutnya 100 meter.

"PT PAL juga akan melibatkan masyarakat sekitar, termasuk memberikan pendidikan khusus bagi calon pekerja dan membuka peluang penyerapan tenaga kerja lokal," katanya.

Kepala MI Muhammadiyah 07 Sidokelar Ghozi menyambut baik kepedulian PT PAL Indonesia terhadap pembangunan sumber daya manusia dan sarana pendidikan di wilayah tersebut.