Pengembangan teknologi pertahanan tersebut mencakup kapal perang tanpa awak yang beroperasi di permukaan air maupun kapal selam.

Menurut Uut, potensi pasar jasa perbaikan kapal di Jawa Timur masih besar. Berdasarkan data PT PAL, terdapat sekitar 22.891 kunjungan kapal ke Jawa Timur setiap tahun, sedangkan kapasitas galangan yang tersedia baru sekitar 984 kapal atau 4,29 persen.

"Yang bisa ditangani di Jawa Timur tidak sampai lima persen. Maka peluang pasar galangan repair di Jawa Timur masih sangat besar," ujarnya.

Pengembangan fasilitas tersebut menggunakan PMN sebesar Rp427 miliar. Pada tahap awal, galangan ditargetkan mampu menangani kapal hingga panjang 60 meter dan kemudian meningkat menjadi 100 meter.