Pramusti mengatakan capaian tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat penguasaan teknologi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, dan menghasilkan inovasi yang mendukung kemandirian industri pertahanan Indonesia.
Kedua produk tersebut dirancang oleh insinyur Indonesia dan dikembangkan melalui kemampuan rekayasa serta manufaktur PT PAL di dalam negeri, dengan KSOT memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) lebih dari 50 persen.
Pengembangan teknologi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas industri nasional agar tidak hanya mengandalkan pengadaan produk pertahanan, tetapi juga meningkatkan kemampuan desain, rekayasa, dan produksi secara mandiri.