NADIKABAR.COM β PT PAL Indonesia (Persero) bersama galangan kapal Italia Fincantieri S.p.A. menyiapkan modernisasi KRI Sriwijaya yakni kapal induk pertama Indonesia sebagai langkah memperkuat kemampuan industri pertahanan nasional dalam menangani kapal perang berukuran besar dan berteknologi kompleks.
βModernisasi kapal menuntut pemahaman yang utuh terhadap kondisi aktual platform, karakteristik sistem yang sudah terpasang, serta kebutuhan operasional pengguna, karena itu prosesnya harus dimulai dari assessment yang komprehensif,β kata Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod di Surabaya, Rabu.
Kerja sama tersebut dituangkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT PAL dan Fincantieri untuk menentukan lingkup pekerjaan dan pembagian tanggung jawab program refurbishment serta modernisasi kapal.
KRI Sriwijaya yang sebelumnya merupakan kapal induk Angkatan Laut Italia ITS Giuseppe Garibaldi kini resmi menjadi bagian dari TNI Angkatan Laut dan akan disesuaikan kemampuannya dengan kebutuhan operasional pertahanan serta keamanan maritim Indonesia.
Kaharuddin mengatakan kondisi kapal akan dipetakan melalui inspection dan condition assessment untuk mengetahui kondisi platform, sistem yang terpasang, potensi keusangan teknologi, hingga kebutuhan integrasi dengan sistem TNI AL sebelum tahapan modernisasi ditetapkan.
Hasil pemetaan tersebut selanjutnya menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan yang mencakup engineering, refurbishment, modernisasi dan integrasi sistem, hingga pengujian serta commissioning kapal.
Dalam kerja sama itu, PT PAL membawa pengalaman pembangunan, perbaikan, pemeliharaan, perawatan dan overhaul kapal serta modernisasi berbagai sistem, sedangkan Fincantieri memberikan pengetahuan sebagai perancang dan pembangun asli Giuseppe Garibaldi.
Kaharuddin mengatakan proyek tersebut dapat menjadi sarana peningkatan kapabilitas, pengetahuan, lapangan kerja, dan ekosistem industri pertahanan nasional karena melibatkan penguasaan teknologi untuk menangani kapal perang berukuran besar.
βSemakin kuat penguasaan teknologi pertahanan, semakin besar kemampuan kita untuk menjaga kedaulatan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi pertahanan di kawasan,β ujarnya.
Terlebih, modernisasi KRI Sriwijaya diarahkan tidak sekadar untuk meningkatkan kesiapan alutsista TNI AL, tetapi juga memperkuat kemandirian industri pertahanan Indonesia melalui peningkatan kemampuan teknologi dan penguasaan pekerjaan strategis di dalam negeri.
CEO dan Managing Director Fincantieri Pierroberto Folgiero mengatakan kesepakatan ini mencerminkan hubungan yang terus berkembang antara Italia dan Indonesia di sektor angkatan laut dan pertahanan sekaligus membuka peluang pengembangan kerja sama industri jangka panjang.
Program modernisasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan kapal dalam menjalankan misi pertahanan dan keamanan, tetapi juga mendukung operasi kemanusiaan serta tanggap darurat.