Pencapaian operasional tersebut sejalan dengan performa keuangan PYFA yang menjadi perhatian utama para pelaku pasar modal. Pada laporan keuangan tahun penuh FY 2025, pendapatan PYFA tumbuh pesat sebesar 43,7 persen mencapai Rp2,7 triliun dari Rp1,9 triliun pada FY 2024, di mana layanan CDMO tercatat konsisten mendorong kenaikan pendapatan dalam dua periode laporan keuangan terakhir.
Sebagai perwakilan Perseroan, keunggulan kompetitif PYFA terletak pada kemampuan perusahaan dalam menghadirkan solusi produk yang inovatif serta dukungan layanan yang ekstensif (extensive services) bagi seluruh klien.
Kapabilitas tersebut dinilai sangat relevan dalam menangkap peluang di tengah pertumbuhan industri farmasi yang kian dinamis, yang pada akhirnya berdampak langsung pada penguatan fundamental bisnis Perseroan.
"Tingginya permintaan klien serta positifnya tren pertumbuhan industri saat ini tercermin langsung pada performa total PYFA, di mana lini bisnis CDMO secara konsisten selama dua tahun terakhir menjadi motor penggerak utama lonjakan pendapatan Perseroan hingga tumbuh 43,7 persen mencapai Rp2,76 triliun, dengan gross margin yang terjaga kuat di angka 21,1 persen. Ke depannya, kami akan terus meningkatkan standar layanan dan inovasi produk untuk memberikan nilai tambah terbaik bagi seluruh mitra bisnis dan pemangku kepentingan," katanya pula.