"Hal ini merupakan upaya mitigasi apabila terdapat potensi ceceran bahan bakar supaya tidak meluas ke area di luar badan kapal, terutama selama proses penanganan berlangsung," jelasnya.
Amran juga mengungkapkan keterlibatan unit operasional maritim merupakan bagian dari implementasi standar health, safety, security, and environment (HSSE) PTK serta komitmen nyata perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan maritim.
"Kami turut prihatin dengan insiden yang terjadi di Selat Sunda. Berdasarkan koordinasi dengan pihak yang berwenang, terlebih karena lokasi kejadian berdekatan dengan operasional PTK, maka Tim PTK dari Marine Tanjung Sekong dan Marine Tanjung Gerem segera bersiaga dan merespons ke lokasi kejadian. Sejak Selasa (20/10/2026) sore hingga saat ini Tim Marine PTK masih berada di sekitar wilayah tersebut dengan perlengkapan HSSE kemaritiman," tambahnya.
Amran juga mengatakan beberapa perlengkapan yang sudah disiapkan PTK antara lain 11 oil boom tipe permanen dengan total panjang 265 meter, 4 oil boom tipe sea boom, serta personel oil spill response.