Pemanfaatannya diharapkan memperkuat pengendalian pelaksanaan proyek sejak tahap perencanaan hingga penyelesaian konstruksi.
Pengelolaan data digital juga menjadi bagian penting dalam proses serah terima pekerjaan.
Pemeriksaan mencakup kelengkapan dokumen, kualitas model 3D, kesesuaian data jadwal dan kuantitas pekerjaan, dokumentasi pelaksanaan, serta informasi aset.
Dengan demikian, data hasil pembangunan tidak hanya mendukung pengawasan selama konstruksi, tetapi juga dapat menjadi dasar pengelolaan dan pemeliharaan bangunan pada tahap berikutnya.
Melalui penerapan BIM dan CDE PU pada pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II, Kementerian PU mendorong transformasi digital konstruksi yang tidak berhenti pada pembuatan model bangunan, tetapi menghasilkan manfaat nyata dalam pengawasan, koordinasi, dan pengendalian proyek.
Upaya ini diharapkan mendukung pembangunan fasilitas pendidikan yang berkualitas melalui proses konstruksi yang lebih terukur, dan akuntabel.