NADIKABAR.COM — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memasang Early Warning System (EWS) di 3 titik dan mempersiapkan pembangunan 2 sabo dam di Sungai Batang Baliang setelah banjir bandang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa pemasangan EWS telah dilaksanakan pada awal Oktober 2026 untuk mendukung pemantauan kondisi alam dan rencana pembangunan sabo dam sebagai infrastruktur pengendali aliran debris dan material sedimen.
"Saya sudah menginstruksikan Pak Dirjen Sumber Daya Air untuk mempercepat pembangunan sabo dam. Di bagian hulu Batang Baliang harus segera dibangun, paling tidak jika masih ada kayu atau lumpur dapat tertahan di atas (hulu)," kata Menteri Dody dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Dody mengatakan bahwa pembangunan sabo dam di bagian hulu Sungai Batang Baliang dikarenakan aliran sungai yang masih deras setelah hujan serta keberadaan material kayu di bagian hulu menjadi perhatian, sehingga keberadaan sabo dam dapat menahan material kayu, lumpur, dan sedimen agar tidak seluruhnya terbawa arus menuju kawasan hilir dan permukiman masyarakat.
Menteri juga menginstruksikan agar komponen sabo dam diproduksi menggunakan sistem precast di lokasi yang aman, kemudian diangkut dan dipasang secara bertahap di bagian hulu sungai.