Metode ini direncanakan untuk mendukung pelaksanaan konstruksi dengan menyesuaikan kondisi medan dan akses menuju lokasi pembangunan.

Selain itu, penempatan dua unit sabo dam direncanakan berdasarkan kajian teknis di sepanjang alur Sungai Batang Baliang. Dimensi akhir, kapasitas tampungan, dan detail konstruksi mengikuti hasil perencanaan teknis yang dikerjakan Balai Teknik Sabo bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang.

Desain sabo dam mencakup bangunan melintang sungai yang berfungsi mengendalikan aliran debris dan menahan material yang terbawa arus Sungai Batang Baliang. Bangunan ini akan membantu mengurangi energi aliran serta mengatur pergerakan material sedimen sehingga risiko akumulasi material dalam jumlah besar di bagian hilir dapat berkurang.

Selain menyiapkan sabo dam, Kementerian PU melalui Balai Teknik Sabo telah memasang EWS di tiga titik di Kabupaten Solok pada awal Oktober 2026. Perangkat ini dirancang untuk memantau sejumlah parameter lingkungan, meliputi curah hujan, pergerakan atau kemiringan tanah, dan kelembapan tanah.