NADIKABAR.COM β€” Ketua DPR RI Puan Maharani berharap Ketua DPR Australia Milton Dick yang terpilih sebagai presiden ke-32 Inter-Parliamentary Union (IPU) dapat memperkuat peran organisasi dalam menangani persoalan geopolitik, ekonomi, dan sosial budaya yang semakin kompleks.

β€œSelamat kepada Yang Terhormat Ketua DPR Australia Milton Dick yang terpilih sebagai presiden ke-32 IPU. Kami menantikan gebrakan dan inovasi Milton Dick dalam memimpin IPU,” kata Puan di Arusha, Tanzania, Jumat, sebagaimana keterangan diterima di Jakarta.

Puan mengikuti pemungutan suara pemilihan Presiden IPU dalam rangkaian Sidang Umum Ke-153 IPU. Dalam pemilihan tersebut, Milton Dick bersaing dengan Ketua Parlemen Azerbaijan Sahiba Gafarova dan senator Parlemen Cile Rojo Edwards Silva.

β€œSaya hadir langsung di hari pemilihan Presiden IPU periode 2026–2029. Kehadiran saya adalah bentuk dukungan pribadi dan lembaga parlemen Indonesia terhadap proses pemilihan Presiden IPU ini,” ucapnya.

Berdasarkan hasil pemungutan suara, Milton terpilih menggantikan Tulia Ackson dari Tanzania yang sebelumnya menjabat sebagai presiden IPU. Puan turut menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Tulia selama tiga tahun terakhir.

Dia menilai peran IPU perlu diperkuat untuk menghadapi persoalan geopolitik serta tantangan ekonomi dan sosial budaya yang memengaruhi masyarakat dunia.

Menurut dia, IPU menjadi forum bagi parlemen berbagai negara untuk memperkuat multilateralisme, menjaga perdamaian, mendorong pembangunan berkelanjutan, dan merespons berbagai tantangan global.

Dalam Sidang Umum Ke-153 IPU, Puan juga menyampaikan pandangannya dalam agenda debat umum (general debate) bersama pimpinan parlemen dari berbagai negara.

Ia mengatakan parlemen berperan menjembatani kedaulatan rakyat dengan kekuasaan negara melalui pembentukan undang-undang, penganggaran, pengawasan, dan perumusan kebijakan publik.

Puan menegaskan parlemen tidak cukup hanya menghasilkan kebijakan yang baik secara konseptual, tetapi juga harus memastikan kebijakan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan parlemen dunia agar memastikan globalisasi berjalan seiring dengan demokrasi, perkembangan teknologi tetap memperhatikan etika, pertumbuhan ekonomi disertai keadilan, serta pelaksanaan kekuasaan dapat dipertanggungjawabkan.

β€œMelalui IPU, kita dapat memperkuat kerja sama antarparlemen untuk memastikan tatanan global bukan hanya lebih terhubung, tetapi juga lebih demokratis, lebih adil, dan lebih manusiawi,” ujar Puan.