Untuk menghadapi tantangan tersebut, perlu transformasi bermakna secara kolektif. Transformasi, kata Puan, tidak cukup dilakukan melalui perubahan kebijakan atau pergantian pemimpin, tetapi harus disertai perubahan cara pikir dan cara kerja.

Ia juga mengingatkan bahwa memahami pentingnya tata kelola yang baik tidak serta-merta membuat perubahan dapat terlaksana secara efektif. Karena itu, diperlukan kesamaan visi dan semangat seluruh elemen bangsa untuk memperbaiki tata kelola negara.

β€œTidak bisa hanya satu orang, dua orang, tiga orang kemudian menyatakan apa yang harus dilakukan. Diperlukan persamaan visi dan persamaan semangat yang sama dalam memperbaiki bangsa dan negara ini,” kata Puan.

β€œKarena kalau tidak bersama-sama secara bergotong royong, ya, begitu-begitu saja. Dalam membangun negara tidak mungkin hanya dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus bersama-sama,” sambung dia.