Selain itu, konsentrasi kekuatan ekonomi dapat berkembang menjadi kekuatan politik yang dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok tertentu. Kondisi tersebut berpotensi menghambat terwujudnya demokrasi yang mengutamakan kepentingan rakyat.

Puan juga menyoroti perkembangan teknologi digital yang menghadirkan tantangan baru bagi demokrasi. Kemajuan teknologi informasi, menurut dia, tidak otomatis menjamin kehidupan yang lebih demokratis.

Persoalan yang perlu diperhatikan, antara lain, penguasaan data, algoritma, platform, kecerdasan buatan, dan infrastruktur digital.

Ia menilai perlu ada perhatian terhadap pihak yang menguasai teknologi tersebut, pihak yang memperoleh manfaat ekonominya, serta mekanisme pengawasan terhadap keputusan algoritma yang semakin memengaruhi kehidupan masyarakat.