Berdasarkan data yang ia terima, karhutla yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatera telah berdampak terhadap 12,5 juta jiwa menurut laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Karhutla pun membawa dampak kesehatan dan lingkungan serius bagi masyarakat. Selain itu, terdapat warga di sejumlah daerah yang saat ini bertahan di lokasi pengungsian buntut karhutla.
Adapun Kemenkes mencatat ada 174.694 warga terkena infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) akibat karhutla dari Agustus hingga 21 September 2026.
Data tersebut berasal dari 7 provinsi prioritas penanganan karhutla yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Kemenkes juga menyebut ada 40.363 balita yang sempat terkena ISPA imbas karhutla.