Puan menilai kepemimpinan transformatif perlu dikembangkan di seluruh lembaga negara dengan memperkuat tata kelola yang transparan, pelaksanaan kewenangan yang bertanggung jawab, serta pelayanan publik yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Meski demikian, Puan mengakui proses transformasi DPR belum sepenuhnya selesai dan tidak selalu berjalan mudah.

Sejumlah tantangan yang masih dihadapi meliputi keterbatasan kelembagaan, perbedaan kepentingan politik, budaya politik, serta kesenjangan antara harapan masyarakat dan hasil kerja DPR.