NADIKABAR.COM — Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti kasus perundungan dan penganiayaan terhadap anak difabel berusia 10 tahun, Zulkarnain Abdil Aziz, hingga meninggal dunia di Surabaya. Ia meminta adanya evaluasi kebijakan terkait perlindungan anak.
"Kematian seorang anak berkebutuhan khusus di Surabaya, menjadi pengingat serius bahwa perlindungan anak harus hadir hingga ke lingkungan tempat tinggal," kata Puan dalam keterangannya, Rabu (20/10/2026).
Puan mengatakan perlu ada evaluasi menyeluruh untuk pencegahan perundungan. Ia menyebut pendampingan terhadap anak dibutuhkan ketika menemukan tanda-tanda kekerasan.
"Anak dengan disabilitas mungkin menghadapi hambatan untuk berkomunikasi, meminta pertolongan, atau menjelaskan kekerasan yang dialaminya. Karena itu, perlindungan mereka membutuhkan perhatian khusus dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah," kata Puan.
"Perlu ada evaluasi menyeluruh mengenai pencegahan perundungan, mekanisme pelaporan, pendampingan anak, dan respons cepat ketika ditemukan tanda-tanda kekerasan," tambahnya.
Ia juga menyoroti kasus perundungan anak SD di Pemalang hingga meninggal dunia. Ia menyebut evaluasi kebijakan perlindungan terhadap anak mesti menjadi atensi serius.