Menurut laporan Channel 12, jet-jet tempur Israel itu terbang melintasi wilayah Suriah dan Irak sebelum berbalik arah ke Israel, setelah sempat mendekati perbatasan Iran dalam jarak yang sangat dekat.

Sumber-sumber AS yang berbicara kepada Channel 12 mengungkapkan bahwa Israel mungkin berharap pasukan Iran akan melepaskan tembakan ke arah jet-jet tempurnya itu, yang berpotensi memberikan pembenaran bagi Tel Aviv untuk melancarkan serangan terhadap Teheran.

Para pejabat AS dan Israel, menurut Channel 12, menyebut aktivitas semacam itu sebagai latihan pencegahan. Namun laporan Channel 12 menyebutkan bahwa manuver tersebut memiliki risiko terjadinya kesalahan perhitungan oleh pihak Iran, yang dapat memicu respons militer dan mengobarkan kembali pertempuran.

Disebutkan juga oleh sumber-sumber AS yang dikutip Channel 12 bahwa Israel telah memberitahu AS mengenai operasi itu sebelumnya, dengan menggambarkannya sebagai latihan militer yang dimaksudkan untuk menunjukkan kemampuan Tel Aviv dan untuk menangkal Iran.