"Betul, sedang menunggu update dan monitoring di lapangan," kata Eko kepada NadiKabar, Jumat siang.

Ia menjelaskan, kejadian itu sudah dilaporkan ke BGN pusat untuk ditindaklanjuti. Di sisi lain, pihaknya yang berada di Lombok Tengah hingga kini masih melakukan validasi dan investigasi untuk mengungkap penyebab keracunan.

"Laporan awal sudah kami teruskan ke pimpinan pusat. Rekan-rekan di wilayah sedang validasi dan pendataan," tegasnya.