NADIKABAR.COM — Pemerintah segera membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang ditarget berjalan pada 2032 mendatang. Dengan keberadaan Reaktor Kartini di Jogja, satu dari tiga reaktor nuklir yang dimiliki Indonesia, akankah PLTN di bangun di DIY?
"Untuk PLTN belum diputuskan tempatnya di mana, tapi dalam perencanaan jangka panjang pemerintah itu salah satu hal yang harus kita wujudkan dalam waktu yang tidak terlalu lama," ujar Kepala BRIN, Prof Arif Satria usai Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Terapan ke-5 Poltek Nuklir Tahun 2026, Rabu (9/9/2026).
"Di Jogja kan adanya laboratorium reaktor. Jogja adalah tempat belajar untuk bisa memperkuat kompetensi kita dalam bidang riset ketenaganukliran," jelasnya.
Diketahui, Reaktor Kartini atau reaktor nuklir yang berada di lingkungan kampus Poltek Nuklir di Sleman, adalah salah satu dari tiga reaktor nuklir yang dimiliki Indonesia. Meski demikian, menurut Arif, hal itu tidak serta merta menjadikan DIY sebagai lokasi dibangunnya PLTN.
Arif menjelaskan, Reaktor Kartini digunakan untuk pengembangan pemanfaatan tenaga nuklir untuk berbagai bidang yang kini tengah digenjot pemerintah. Anggaran terhadap riset ini pun kini ditambah meski ia tak membeberkan besarannya.
"Justru nuklir ini sekarang akan semakin kita kembangkan, anggaran riset dan pembangunan infrastruktur nuklir ini porsinya sangat besar yang 2027 ini akan kita lakukan," ujar Arif.