NADIKABAR.COM — Pusdokkes Polri mengimbau keluarga korban KM Virgo Transport 8 melengkapi data antemortem guna mempermudah proses identifikasi jasad yang ditemukan.
"Data-data korban di masa hidup sangat dibutuhkan untuk pencocokan dengan postmortem atau jenazah yang diperiksa," kata Karo Dokpol Pusdokkes Polri Brigjen Pol Dr dr Sumy Hastry Purwanti di Banjarmasin, Jumat malam.
Hastry menjelaskan data antemortem yang sangat diperlukan seperti ciri medis khusus berupa tahi lalat, tato, bekas operasi, foto struktur gigi, atau barang/pakaian terakhir guna mempercepat proses identifikasi.
Selain mengharap kelengkapan data yang diberikan keluarga, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan juga telah berupaya dengan mencocokkan DNA.
Ada sejumlah jasad korban yang telah dikirim sampel DNA-nya ke Jakarta untuk diperiksa di Laboratorium DNA di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
"Dengan segala upaya ini diharapkan proses identifikasi bisa berjalan optimal," jelas Hastry.
Tim DVI Polda Kalimantan Selatan dibantu Pusdokkes Polri berhasil mengidentifikasi lima korban malam ini yang semuanya laki-laki, empat korban asal Jawa Timur dan satu asal Jawa Tengah.
Hingga Jumat malam, sebanyak 25 korban telah teridentifikasi dan yang belum teridentifikasi 20 orang dari seluruh 45 jenazah yang diterima Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.