Hasil jajak pendapat seperti itu telah mendorong mobilisasi besar-besaran di Brasil, baik di ranah digital maupun di tingkat akar rumput. Partai Pekerja yang menaungi Lula da Silva berupaya meraih "virada" atau pembalikan keadaan yang dramatis, dengan meluncurkan kampanye besar-besaran di media sosial.

Sedangkan Flavio Bolsonaro, yang dinaungi Partai Liberal, berupaya memanfaatkan keunggulan di putaran pertama. Dia memposisikan diri sebagai bagian dari kebangkitan konservatif yang lebih luas di Amerika Latin.

Dalam debat capres terakhir yang digelar pada Jumat (23/10) waktu setempat, kedua kandidat saling melontarkan kritikan tajam terkait infrastruktur, keamanan publik, bahkan diwarnai aksi saling melempar tuduhan korupsi.