NADIKABAR.COM — Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Moskow merespons serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi dan platform perdagangan digital (e-commerce) Rusia.
Dalam pertemuan forum "Business Russia" yang dihadiri melalui konferensi video pada Kamis (15/10), Putin menyampaikan Rusia telah menanggapi serangan terhadap Wildberries dan Ozon, serta menuduh Ukraina berupaya mencari dukungan Barat untuk menekan Moskow agar menghentikan serangan balasan.
"Mereka yang memulai langkah pertama, dan kami pun mulai merespons. Sekarang mereka mengeluhkan serangan terhadap jenis fasilitas lain, termasuk infrastruktur energi dan pusat data. Mereka yang memulainya. Seharusnya mereka tidak melakukan itu. Mereka seharusnya memikirkan konsekuensinya dengan matang sebelum mengambil langkah tersebut," kata Putin.
Presiden Rusia mengatakan Ukraina terus menargetkan infrastruktur energi dan berupaya menyerang beberapa kilang minyak pada Rabu (14/10). Beberapa fasilitas memang terkena serangan, namun kerusakannya tidak signifikan, ungkapnya.
Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pada Rabu melaporkan Ukraina telah menyerang kilang minyak di wilayah Saratov dan Ryazan.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia bertentangan dengan inisiatif perdamaian yang diusulkan oleh Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump pada Minggu (11/10) di platform media sosial Truth Social mengklaim bahwa Rusia dan Ukraina telah menyepakati gencatan senjata segera terkait serangan yang menargetkan infrastruktur energi masing-masing.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan Kiev siap menghentikan serangan terhadap kilang minyak Rusia jika Moskow juga berhenti menyerang infrastruktur energi Ukraina.
Zelenskyy menekankan bahwa setiap upaya deeskalasi harus bersifat timbal balik dan disertai dengan jaminan.
Kendati demikian, Peskov menyampaikan komunikasi dengan pihak AS mengenai usulan gencatan senjata di sektor energi masih terus berlangsung.
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia